Blog

PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI, Permulaan Pertobatan

diterjemahkan oleh P.Ricard Selan, OFM

PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI
Pelajaran 8 — Permulaan Pertobatan

Pelajaran:
Sepanjang tahun 1205, ketika Fransiskus kembali ke Assisi, setelah mengurungkan niatnya untuk pergi berperang, ia memulai proses pertobatannya secara bertahap. Ayahnya sangat marah atas keputusan Fransiskus untuk berpaling dari kehormatan militer yang seharusnya ia dapatkan, tetapi Fransiskus memiliki misi baru. Meskipun ia terus menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan membantu bisnis keluarga, ia mulai beralih ke kehidupan doa, kemiskinan yang radikal, dan kesunyian.
Suatu hari, teman-teman Fransiskus memilihnya sebagai pemimpin pesta pora mereka. Fransiskus diberi tanggung jawab untuk merencanakan sebuah perjamuan besar, seperti yang telah ia lakukan pada kesempatan sebelumnya. Setelah pesta selesai, Fransiskus dan teman-temannya berjalan-jalan, bernyanyi dan bergembira, ketika tiba-tiba, Tuhan memenuhi Fransiskus dengan penghiburan batin yang luar biasa. Ketika teman-temannya menoleh untuk melihat apa yang telah terjadi, mereka melihat Fransiskus berdiri diam dengan ekspresi wajah yang berbeda dari biasanya. Fransiskus tidak dapat bergerak karena sukacita yang Tuhan tempatkan di dalam hatinya pada saat itu lebih besar daripada yang pernah ia alami. Sejak saat itu, hubungan Fransiskus dengan teman-temannya mulai berubah.
Fransiskus mulai secara teratur menarik diri untuk berdoa dan mencari kehendak Tuhan. Dalam banyak kesempatan, dia pergi ke sebuah gua untuk berdoa sendirian. Dia mendengarkan dengan penuh perhatian suara Tuhan dan berusaha melepaskan diri dari segala sesuatu di dunia. Suatu hari, ketika Fransiskus sedang berdoa, Yesus menampakkan diri kepadanya dalam bentuk Salib. Pada saat itu, Fransiskus diubahkan dan mulai memiliki cinta yang mendalam terhadap Salib. Fransiskus kemudian mengungkapkan kepada teman-temannya bahwa dalam penglihatan tersebut ia mendengar Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23). Pengalaman ini sangat menyentuh hati Fransiskus sehingga Salib memiliki makna baru dalam hidupnya.

Refleksi:
Pertobatan bukanlah ide Fransiskus yang pertama dan terutama; itu adalah ide Allah. Allah memiliki rencana untuk Fransiskus, dan Dia menggunakan keinginan radikal Fransiskus untuk menariknya ke dalam kehendak-Nya yang kudus. Ketika Fransiskus mulai mendengar Allah berbicara, ia semakin mencari Dia. Dan semakin Fransiskus mendengarkan suara Tuhan dalam doa, semakin ia berpaling kepada Tuhan dengan segenap kekuatannya.
Tuhan memiliki rencana yang sempurna untuk setiap kehidupan kita. Dia ingin kita menjadi hebat, hanya saja tidak seperti yang kita bayangkan. Rencana-Nya jauh melampaui apa pun yang dapat kita harapkan atau bayangkan.
Hari ini, renungkanlah panggilan Tuhan kepada Anda untuk mengikuti kehendak-Nya yang sempurna. Apakah Anda mendengar-Nya? Apakah Anda mengikuti suara panggilannya? Jika ya, apakah Anda menanggapi bimbingan dan arahan-Nya yang lembut? Jangan takut untuk mencari kehendak Tuhan dengan segenap kekuatan Anda. Fransiskus menghadapi rintangan; tidak semua orang mendukungnya, bahkan ayahnya. Namun, dia memilih Tuhan dan kehendak-Nya di atas segalanya. Katakan “ya” kepada Tuhan, dan jangan biarkan apa pun menghalangi Anda dari jalan yang telah Dia tetapkan bagi hidup Anda.

Doa:
Santo Fransiskus, Tuhan berbicara kepadamu dan engkau mendengarkan. Dia memanggilmu untuk melakukan perubahan hidup yang radikal yang mengharuskanmu untuk mengubah arah sepenuhnya. Meskipun engkau menghadapi rintangan, termasuk kemarahan keluarga dan teman-temanmu, engkau tidak terhalang dari kehendak Tuhan. Doakanlah aku agar aku dapat mencari dan menanggapi kehendak Tuhan dengan segenap kekuatanku. Semoga aku memiliki harapan dalam rencana Tuhan yang sempurna dan menanggapi dengan kemurahan hati yang sebesar-besarnya. Santo Fransiskus, doakanlah aku. Yesus, aku percaya kepada-Mu.

Sumber: JP Thomas, Lessons from Saint Francis of Assisi: The Wisdom of God’s Beloved Servant dalam https://mycatholic.life/books/lessons-from-saint-francis-of-assisi/

Kirim Komentar

20 − fourteen =