diterjemahkan oleh P.Ricard Selan, OFM
PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI
Pelajaran Keenam – Dampak dari Pertempuran, Penyakit, dan Penjara
Pelajaran: Ketika berada di penjara, Fransiskus jatuh sakit parah. Beberapa orang berspekulasi bahwa ia terjangkit malaria dan TBC. Ada banyak hari di mana rekan-rekannya sesama tahanan mengira dia akan mati.
Setelah dibebaskan, Fransiskus pulih secara perlahan-lahan di bawah perawatan ibunya, yang merawatnya hingga sehat kembali. Tetapi penyakit dan penjara telah mengubahnya. Meskipun ia menderita secara fisik, penderitaan terbesarnya lebih pada mental dan emosional.
Dalam bahasa masa kini, bisa dikatakan ia mengalami depresi, syok, atau menderita gangguan stres pascatrauma. Ingatannya tentang pertempuran, kebrutalan para penjaga penjara, dan lingkungan penjara yang dingin dan suram membuatnya berjuang selama berbulan-bulan. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar tidurnya, sendirian dan sunyi. Ayahnya sudah tidak sabar dengannya, ingin dia kembali bekerja di bisnis keluarga.
Refleksi: Seperti kita semua, Fransiskus rentan terhadap penderitaan mental dan emosional. Apa yang dia alami dalam pertempuran berdarah dan pemenjaraannya selama setahun tidak mudah dilupakan. Dia membutuhkan waktu untuk sembuh dan pulih dari penderitaan yang dialaminya.
Orang mungkin berpikir bahwa seorang santo seharusnya dapat “bangkit kembali” dengan segera. Yah, meskipun hal itu mungkin benar jika seseorang sempurna dalam segala hal, Fransiskus belum menjadi orang kudus. Dia belum sepenuhnya ditransformasikan di dalam Kristus. Sebagai akibatnya, ia harus berjuang melalui pergumulannya seperti kita semua.
Renungkanlah perjuangan dan penderitaan yang telah Anda alami dalam hidup yang masih perlu diselesaikan. Pengalaman apa yang membuat Anda terbelenggu? Apa yang memenuhi pikiran Anda dan membuat Anda tertekan atau bingung? Mungkin kehilangan orang yang Anda cintai telah meninggalkan luka yang dalam. Atau kegagalan keluarga yang menyebabkan kemarahan dan keputusasaan. Mungkin beberapa pengalaman traumatis lainnya telah membuat Anda merasa jauh dan terluka. Namun, dengan waktu, kasih karunia, dan kebenaran Kristus, semua itu akan disembuhkan. Tetapi kesembuhan tidak akan terjadi dalam semalam. Tentu saja, jika Anda sudah sempurna dalam setiap kebajikan, maka Anda akan dapat sembuh dengan cepat dan sepenuhnya. Tetapi hanya sedikit orang dalam hidup ini yang sempurna dalam setiap kebajikan. Jika Anda termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang masih belum sempurna, maka peganglah harapan bahwa Tuhan dapat membantu Anda untuk sembuh. Berjalanlah di jalan menuju kesembuhan itu dan jangan berhenti. Pada waktunya, penderitaan Anda akan menjadi sumber kekuatan terbesar Anda dan akan membantu Anda untuk berkembang menjadi orang kudus yang Tuhan inginkan.
Santo Fransiskus, engkau telah mengalami banyak penderitaan, terutama pada segi mental dan emosional. Tetapi dalam penderitaan itu, harapan lahir, dan engkau terus bergerak maju menuju kesembuhan yang Tuhan sediakan untukmu. Berdoalah untukku, agar aku juga mengijinkan Tuhan menyembuhkanku dari segala sesuatu yang membebaniku. Semoga pergumulan ini menjadi sumber kesembuhan Tuhan dalam hidupku. Santo Fransiskus, doakanlah aku. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
Sumber: J. P. Thomas, Lessons from St. Francis Assisi

Kirim Komentar