Blog

PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI, Semangat Murah Hati

Diterjemahkan oleh P.Ricard S,OFM

 

PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI
Pelajaran Ketiga-Semangat Murah Hati

Pelajaran: Suatu hari, ketika Fransiskus sedang bekerja bersama ayahnya menjual kain, seorang pengemis miskin masuk ke dalam toko mereka untuk meminta sedekah. Biasanya, Fransiskus bermurah hati kepada pengemis miskin, tetapi kali ini ia mengusir pengemis itu keluar dari toko atas perintah ayahnya.
Tak lama setelah mengusir orang miskin itu, Fransiskus menyesali perbuatannya dan berlari mengejar pria itu, memberinya sejumlah uang logam. Pria itu sangat berterima kasih. Dengan kejadian ini, Fransiskus bersumpah untuk tidak pernah menolak siapa pun yang membutuhkan lagi.
Meskipun pada saat itu Fransiskus belum sepenuhnya menyerahkan dirinya kepada kasih Allah dan sesama, ia mulai menemukan semangat murah hati di dalam hatinya. Meskipun ia mencintai kehidupan yang baik dan mudah, ia juga menemukan bahwa ia tidak dapat menahan diri untuk bermurah hati kepada mereka yang membutuhkan. Dalam “kelemahan” alamiah ini, kasih Allah menjadi kuat.
Refleksi: Karena kita semua adalah orang berdosa, kita dengan mudah cenderung mementingkan diri sendiri, tetapi jauh di lubuk hati kita masing-masing, ada kehadiran Allah yang memanggil kita untuk mengasihi. Terkadang kita membiarkan hasrat rohani itu tetap terpendam jauh di lubuk hati kita, tersembunyi dan tertutupi oleh dosa. Tujuannya adalah untuk menemukan apa yang Tuhan tempatkan di dalam hati kita agar anugerah-Nya yang tersembunyi menjadi nyata dan mengubah hidup kita.
Ketika Anda melihat ke dalam hati Anda sendiri, apa yang Anda lihat? Apa yang telah Allah tempatkan di dalam diri Anda yang menunggu untuk ditemukan dan digenapi? Lihatlah di balik apa yang berdosa untuk menemukan kehadiran Allah dan kehendak-Nya yang kudus. Mungkin, seperti Santo Fransiskus, Anda akan menemukan kasih yang mendalam kepada orang miskin. Atau mungkin Tuhan akan memanifestasikan kasih-Nya di dalam diri Anda melalui kecintaan akan doa, keinginan untuk melayani orang lain, merawat keluarga Anda, atau karisma kasih yang unik. Jangan abaikan apa yang Allah tempatkan di dalam diri Anda. Berusahalah untuk mewujudkannya dalam hidup Anda sehingga kehendak Allah akan digenapi di dalam diri Anda.
Doa Santo Fransiskus, engkau memiliki belas kasih yang alamiah bagi mereka yang miskin dan membutuhkan. Meskipun engkau berjuang untuk tidak mementingkan diri sendiri, pada akhirnya belas kasihmu menang dan menuntunmu pada kemurahan hati yang radikal kepada mereka yang engkau temui setiap hari. Berdoalah untukku, agar aku dapat mengizinkan rahmat Tuhan bekerja dalam sifat manusiawiku dan mengubah banyak keinginan baik yang kumiliki. Santo Fransiskus, doakanlah aku. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
Sumber: J. P. Thomas, Lessons from St. Francis Assisi

Kirim Komentar

2 × 2 =