Blog

PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI, Merangkul Kaum Miskin

diterjemahkan oleh P.Ricard Selan, OFM

PELAJARAN HIDUP DARI ST. FRANSISKUS ASSISI
Pelajaran 10 — Merangkul Kaum Miskin

Pelajaran:
Selain cintanya kepada para penderita kusta, Santo Fransiskus juga menyadari betapa besar kebutuhan orang-orang miskin. Ia ingin membantu mereka dengan segala cara yang ia bisa.
Suatu hari, ketika Fransiskus sedang menunggang kuda dengan pakaian kebesaran seorang bangsawan, ia bertemu dengan seorang ksatria miskin. Tanpa ragu, Fransiskus segera memberikan segala miliknya—pakaian mewah, baju zirah, pedang, bahkan kudanya—kepada ksatria itu. Tindakan ini menjadi titik balik penting bagi Fransiskus, karena ia menunjukkan bahwa ia lebih memilih kekayaan Surga daripada kehormatan duniawi sebagai ksatria.
Dalam masa pertobatannya, Fransiskus pergi berziarah ke Roma. Di depan Basilika Santo Petrus, ia melihat sekelompok pengemis miskin. Tergerak oleh belas kasih, Fransiskus menukar pakaiannya yang indah dengan pakaian compang-camping seorang pengemis. Ia memasukkan semua uangnya ke dalam gereja dan duduk di depan pintu bersama para pengemis lainnya, ikut mengemis bersama mereka. Ia membuat dirinya miskin, seperti Putra Allah yang menjadi manusia dan hidup miskin di antara kita.
Fransiskus juga menunjukkan cintanya kepada orang miskin dengan mengumpulkan sisa makanan dari meja keluarganya dan memberikannya kepada yang kelaparan. Tindakan-tindakan ini, bersama seluruh kasihnya kepada kaum miskin, membuat Fransiskus menjadi contoh nyata dari Sabda Bahagia.

Refleksi:
Pertobatan Fransiskus bukan hanya terjadi dalam hati, tapi juga dalam tindakan nyata. Ia tidak hanya berkata “ya” kepada Allah dalam doanya, tetapi ia membuktikannya dengan pilihan hidup yang radikal dan total. Ia mendengar panggilan Allah untuk hidup miskin, dan ia langsung menanggapinya tanpa ragu.
Seringkali, Allah juga berbicara kepada kita dengan lembut—melalui hati nurani, dalam doa, atau dalam peristiwa sehari-hari. Kadang kita mudah berkata “ya” di dalam hati, tetapi sulit untuk melakukannya dalam tindakan nyata. Namun, jika kita sungguh ingin mengikuti Allah, kita harus berani mengambil langkah konkret seperti Fransiskus.
Renungkan apakah Anda sungguh siap melakukan kehendak Allah dalam hidupmu, bukan hanya dalam kata, tapi juga dalam tindakan? Apa yang Tuhan minta darimu hari ini? Apa yang selama ini Anda ragu untuk lakukan? Pilihlah kehendak Tuhan dengan sepenuh hati. Jalani dengan sungguh-sungguh dan tanpa takut. Di sanalah kita akan menemukan kebebasan sejati yang hanya bisa diberikan oleh Allah.

Doa:
Santo Fransiskus, cintamu kepada orang miskin tampak jelas dalam setiap tindakanmu. Engkau memilih hidup miskin agar bisa lebih mencintai kaum miskin. Dengan itu, engkau meneladani Yesus yang menjadi miskin untuk mencintai kita. Doakan aku, agar aku bisa mencintai Allah dalam setiap orang yang aku jumpai. Semoga aku mencintai mereka yang miskin secara jasmani, maupun mereka yang miskin secara rohani. Bantulah aku untuk lebih mengasihi mereka yang membutuhkan, agar aku makin serupa dengan Kristus. Santo Fransiskus, doakanlah aku. Yesus, aku percaya kepada-Mu.

Sumber: JP Thomas, Lessons from Saint Francis of Assisi: The Wisdom of God’s Beloved Servant dalam https://mycatholic.life/books/lessons-from-saint-francis-of-assisi/

Kirim Komentar

8 + five =